Pengertian Pendekatan, strategi, dan Model Pembelajaran

  1. Pendekatan

Pendekatan (approach) dapat dipandang sebagai suatu rangkaian tindakan yang terpola atau terorganisir berdasakan prinsip-prinsip tertentu (misalnya dasar filosofis, prinsip psikologis, prinsip didaktis, atau prinsip ekologis), yang terarah secara sistematis pada tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian pola tindakan tersebut di bangun di atas prinsip-prinsip yang telah terbukti kebenarannya sehingga tindakan-tindakan yang diorganisir dapat berjalan secara konsisten ke arah tercapainya tujuan atau teratasinya suatu masalah.

Berdasarkan pengertian  di atas, pendekatan mengandung sejumlah komponen atau unsur, yaitu tujuan, pola tindakan, metode atau teknik, sumber-sumber yang digunakan, dan prinsip-prinsip.

  1. Strategi

Sementara itu,  strategi adalah suatu istilah yang diadopsi dari bidang kemiliteran  ke dalam bidang industri kemudian ke dalam bidiang pendidikan. Strategi dapat didefinisikan sebagai perpaduan secara keseluruhan dan pengorganisasian secara kronologis dari metode-metode dan bahan-bahan yang dipilih untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.   Menurut Phillips and Owens, strategi adalah serangkaian tindakan yang bertalian secara konsisten dan tindakan-tindakan tersebut secara konseptual terpadu dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Dari dua pengertian tersebut memperlihatkan bahwa strategi sama atau sama dengan approach (pendekatan). Yang membedakannya hanyalah prinsip-prinsip yang dilandasinya.

  1. Model

Pengertian ”model.” Model dapat diartikan sebagai suatu bentuk tiruan (replika) dari benda yang sesungguhnya (misalnya model kerangka manusia, model jembatan layang), sehingga memiliki bentuk atau konstruksi atau sifat-sifat lain yang sama atau mirip dengan benda yang dibuatkan tiruannya atau contohnya. Model juga dapat ditafsirkan  sebagai suatu contoh konseptual atau prosedural dari suatu program, sistem, atau proses yang dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam rangka memecahkan suatu masalah  atau mencapai suatu tujuan, sebagai contoh: model satuan pembelajaran, model persiapan mengajar, model-model pengajaran atau pembelajaran, model pengembangan profesional (professional development), dan model-model pembangunan yang digunakan di suatu negara.

==========

Sebagaimana diungkapkan di atas bahwa dalam konteks pendidikan atau pembelajaran, istilah  pendekatan dan istilah strategi sering diartikan sama dalam penggunannya.

Berkaitan dengan itu Jhoni berpendapat bahwa strategi adalah pola umum perbuatan guru-siswa  di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar.  Hal ini mengandung arti bahwa interaksi belajar mengajar berlangsung dalam suatu pola yang digunakan bersama oleh guru dan siswa. Dalam pola tersebut tentu terkandung bentuk-bentuk  rangkaian perbuatan atau kegiatan guru dan siswa yang mengarah pada tercapainya tujuan-tujuan pembelajaran (Depdiknas,2003).

Pendapat lain mengenai istilah tersebut dikemukakan oleh Gerlach dan Ely bahwa strategi instruksional adalah pendekatan yang digunakan oleh guru dalam menggunakan informasi, memilih sumber-sumber, dan mendefinisikan peranan siswa-siswa. Lebih lanjut dikatakan bahwa strategi instruksional mencakup praktik-praktik khusus yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dalam konteks pendekatan sistem pembelajaran yang meliputi sifat, ruang lingkup, dan urutan peristiwa yang memberikan pengalaman-pengalaman pendidikan. Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa strategi pembelajaran dapat dirumuskan sebagai suatu pola umum pembelajaran  subyek didik atau pembelajar yang tersusun secara sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan, psikologi, didaktik, dan komunikasi dengan mengintegrasikan struktur pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengelolaan kelas, evaluasi, dan waktu yang diperlukan agar subyek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.

Dari hasil pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara strategi pembelajaran, metode pembelajaran dan model pembelajaran. Walaupun perbedaan itu tidak begitu tegas, karena semua istilah merupakan satu kesatuan yang saling menunjang, untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Jadi model pembelajaran  adalah  pembungkus proses pembelajaran yang didalamnya ada pendekatan, strategi, metode dan tehnik.

Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menemukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Metode hanya merupakan jalan atau cara atau bukan tujuan itu sendiri, sehingga kita tidak boleh memutlakan metode.  Artinya Itu berarti tidak ada metode yang paling baik, tetapi bagaimana seorang guru mampu mengefektifkan sebuah metode dalam proses belajar mengajar.

Guru menjadi faktor yang sangat menentukan pemilihan dan penggunaan metode dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas (Lagunsiang, Siringoringo, 2019).  Guru dapat di ibaratkan sebagai seorang pemusik.  Seorang pemusik yang baik dapat menghasilkan musik yang indah meskipun dengan alat musik yang sederhana, sedangkan orang yang tidak tahu musik, tidak dapat menghasilkan musik yang baik meskipun menggunakan alat musik yang sangat baik dan mahal.  Artinya guru yang kurang ahli dalam menggunakan metode mengajar akan kurang berhasil, meskipun telah tersedia kurikulum dan buku yang sangat baik.