PENGANTAR :

ADDIE merupakan singkatan dari Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate. Pendekatan ini merupakan konsep pengembangan produk yang dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran berbasis kinerja. Landasan filosofis pendekatan ADDIE menekankan pembelajaran bermakna berpusat pada peserta didik, inovatif, otentik dan inspiratif. Oleh karena itu, pendekatan ini merupakan sebuah desain yang mendorong pembelajaran yang aktif, multifungsional, situasional dan inspiratif. Oleh karena itu, pendekatan ADDIE bisa disorot dari dua aspek : sebagai konsep dan sebagai cara mengelola prosedur yang dikaitkan dengan desain pembelajaran.

Gambar 2 : Prosedur ADDIE

Menerapkan desain pembelajaran ini bersifat generatif, responsif dan validatif.  Sebagai proses generatif, ADDIE menerapkan konsep dan teori terhadap konteks spesifik. Ia digunakan dalam lingkungan belajar yang mempermudah konstruksi pengetahuan dan ketrampilan selama pembelajaran yang terbimbing. Prinsip dasar ADDIE adalah semua kegiatan yang direncanakan memusatkan pada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan pada tahap pembelajaran.

Pendekatan ADDIE memakai paradigma Input-Process-Output ( IPO ) sebagai langkah untuk menyelesaikan tahapannya. Tahap Input berkaitan dengan variabel yang diidentifikasi dalam konteks belajar dengan menerima data, informasi dan pengetahuan. Fase Proses mencari upaya-upaya untuk mendorong kreatif, berpikir divergen dengan menggunakan prosedur, menginterpretasikan, menjelaskan dan menampilkan berbagai pendekatan pada kegiatan yang mungkin terjadi dalam tahap pembelajaran.Fase Output mengarah pada hasil proses yang mentransformasikan pengetahuan menjadi tindakan.

Dikatakan responsif karena pendekatan ini menerima semua tujuan pembelajaran sebagai orientasinya. Desain pembelajaran diperkaya dengan banyak teori yang ada, misalkan : teori komunikasi, teori psikologi kognitif, teori belajar sosial dan teori perkembangan manusia. Teori-teori di atas menjadikan pendekatan ADDIE interdependent, sinergis, dinamis, cibernatis, sistematis dan sistemik.

Sebagai proses validasi karena ADDIE  memverifikasi semua produk dan prosedur yang berkaitan dengan  pengembangan tahap pembelajaran yang terbimbing. Paradigma yang valid mengenai bahan pembelajaran berpusat pada tujuan. Tujuan pembelajaran yang berbeda-beda menuntut strategi pembelajaran yang berbeda pula. Filosofi dasar setiap proses desain pembelajaran adalah penting sebagai cara untuk memvalidasi alasan dan motivasi semua peserta didik terlibat dalam proses.

RUANG BELAJAR ( Learning Space )

Tahap belajar merupakan sebuah istilah yang merujuk pada pembelajaran terencana daripada pembelajaran tidak terencana. Tujuannya adalah untuk menunjukkan perlunya sebuah sistem yang membantu kompleksitas terkait dengan pembelajaran terencana. Konsep kelas perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, tidak sekedar tempat dimana pelajaran terjadi. Sebuah kelas dipandang sebagai ruang belajar yang bersifat dinamis.

Pembelajaran terencana bersifat kompleks karena delapan entitas terikat satu sama lain. Kompleksitas juga meliputi peserta didik sendiri, konten. Pembelajaran terencana merujuk pada strategi yang berorientasi pada tujuan. Pembelajaran ini menjadikan peserta didik mandiri.

PRINSIP DESAIN PEMBELAJARAN

Desain pembelajaran berpusat pada belajar individu, yang menggunakan pendekatan sistem tentang pengetahuan dan belajar manusia. Kondisi internal mensyaratkan model pemrosesan informasi yang ditopang oleh faktor eksternal yang telah dikendalikan sepenuhnya. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan yang merencanakan tujuan kinerja, memilih strategi pembelajaran, pemilihan media dan bahan pelajaran dan evaluasi. Analisisnya dimulai dari awal hingga akhir. Juga perlu dipertimbangkan lainnya, seperti : sumber daya, persiapan guru dan difusi.

Belajar individual dipengaruhi oleh karakteristik peserta didik, seperti : pengetahuan dan ketrampilan yang ada, dan pengelolaan memori. Kemampuan adalah karakteristik yang berkaitan dengan alasan, orientasi ruang, dan sikap. Sifat adalah karakteristik pribadi. Seorang desain pembelajaran hendaknya mengatur faktor belajar eksternal yang mendukung perbedaan peserta didik dalam proses internal. Sembilan hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ( Gagne ) : menarik perhatian, memberitahukankan peserta didik, mendorong pengingatan kembali, menghadirkan informasi, membimbing, memperoleh kinerja, adanya umpan balik, mengevaluasi, dan mendorong proses informasi internal. Pemilihan kegiatan pembelajara, materi pelajaran, dan media bergantung pada ranah tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran bergantung pada besar-kecilnya keolompok. Perancang desain pembelajaran hendaknya mengembangkan bahan pembelajaran bersama dengan pakar di bidangnya.          Desain pembelajaran bersifat berpusat pada peserta didik, orientasi pada tujuan,  memusatkan pada kinerja yang bermakna, mengandaikan tujuannya dapat diukur, prosedur berdasarkan pada bukti empiris, interaktif, koreksi diri dan usaha team. Peserta didik dan tujuan menjadi pusat prinsip desain pembelajaran, sedangkan pembelajaran hanyalah sarana memudahkan kinerja peserta didik.

KONSEP SISTEM

Sebuah sistem mempermudah kompleksitas sebuah konteks merespon aneka situasi, interaksi dalam konteks. Konsep sistem umum digambarkan sebagai sistematis yang mengikuti kaidah dan prosedur, sistemik, responsif, saling ketergantungan, dinamis, sinergistik dan kreatif. Pendekatan sistem menerima tujuan apa saja yang ditetapkan sebagai orientasinya.  Hasil belajar yang berbeda sering menuntut aneka penerapan terhadap konsep daar, namun komponen utama dipertahankan untuk menjaga kesatuan konsep dasar.

Menerapkan pendekatan sistem terhadap desain pembelajaran membuat proses desain pembelajaran bersifat deskriptif dan preskriptif. Disebut deskritif karena ia menunjukkan hubungan, menunjukkan urutan yang terjadi selama proses kreatif, mendorong interaktif, menjelaskan fenomena. Disebut preskriptif karena desain pembelajaran menetapkan aturan dan petunjuk untuk mencapai tujuan, mengidentifikasi model, metode dan prosedur dan strategi untuk mencapai tujuan.

PROSES PARTNERING

Saat pembelajaran memberikan pengaruh pada kinerja individu, ada banyak faktor yang juga mempengaruhi kinerja dan tidak ada yang berkaitan dengan modul pembelajaran. Alternatif untuk melengkapi modul pembelajaran meliputi, misalkan : informasi, dokumentasi, bantuan pekerjaan, feedback, perijinan, rekayasa, reorganisasi dan konsekuensi.  Contoh : dari aspek informasi, seorang pekerja tidak dapat bekerja dengan baik karena sang manajer tidak memberitahukan informasi yang relevan kepada pekerja.

Pembelajaran dikatakan layak apabila kompetensi individu meningkat melalui pengetahuan atau ketrampilan. Hal ini dibandingkan dengan kinerja nyata dan kinerja yang diharapkan. Perbedaan itu disebut kesenjangan kinerja ( performance discrepancy ). Ada 3 alasan mengapa terjadi kesenjangan kinerja : terbatasnya sumber daya, kurangnya motivasi dan kurangnya pengetahuan atau ketrampilan.  

Langah-langkah Desain Model ADDIE

Terdapat lima langkah penting dalam model ADDIE, seperti yang tertera di tabel di bawah ini :

Model ADDIE sangatlah sensitif terhadap konteks, proaktif, interaktif, dan menjadi alat komunikasi ideal bagi para stakeholder. Kerjasama pengajaran yang baik dan teori pembelajaran yang kuat membuat ADDIE menjadi model interindependen, sinergik, dinamis, cybernetic, dan sistematik. ADDIE interdependen untuk menghubungkan berbagai macam pihak yang terlibat dalam lingkungan belajar; ADDIE sinergik karena mempresentasikan penjumlaahan bagian-bagian yang membentuk kesatuan yang melebihi suatu individu; ADDIE dinamis sebagai respon preubahan pembelajaran dalam lingkungan belajar. ADDIE cybernetic karena memerirntahkan, membimbing, mengautomatisasi, mereplikasi, dan mencegah kesalahan dari keseluruhan program; ADDIE sistematik karena dirinya membentuk aturan dan prosedur; ADDIE adalah sistemik karena seluruh komponen berespon dengan stimulus yang diberikan.

 

Analyze – Analisis

Dalam tahap ini, seorang desainer instruksional melakukan analisis kinerja untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah terdapat masalah dalam kinerja atau performa dan memerlukan solusi. Misalnya berkaitan dengan penyelenggaraan program pembelajaran atau perbaikan manajemen, apakah masalah tersebut adalah benar-benar masalah dan upaya untuk penyelesaian. Disamping itu kemampuan menganalisis kebutuhan, juga merupakan langkah yang sangat penting untuk mengetahui kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh pebelajar untuk meningkatkan kinerja atau prestasi belajar.

Langkah-Langkah Analisis : 1.) Validasi kesenjangan kinerja : Mengukur kinerja actual, Menetapkan kinerja yang ingin dicapai, Mengidentifikasi penyebab; 2.) Merumuskan tujuan instruksional : Menggunakan taksonomi Bloom, Taksonomi lain; 3. Mengidentifikasi karakteristik pebelajar : Kemampuan, pengalaman, motivasi, Sikap dan Lain-lain; 4. Mengidentifikasi sumber-sumber yang dibutuhkan: Mengidentifikasi pilihan-pilihan, Pertimbangan waktu, Konten, teknologi, fasilitas dan manusia; 5.) Menentukan strategi pembelajaran yang tepat Mengidentifikasi pilihan-pilihan, Pertimbangan waktu,      Biaya setiap fase ADDIE,  Biaya keseluruhan; 6.) Menyusun rencana pengelolaan program/proyek : Anggota Tim, batas-batas yang berarti, jadwal, Laporan akhir.

Design – Desain

Design (Desain) merupakan tahap setelah proses analisis dimana tahap ini adalah tidak lanjut atau kegiatan inti dari langkah analisis. Desain pembelajaran juga dikatakan sebagai rancangan dalam proses pembelajaran. Desain disusun dengan mempelajari masalah, kemudian mencari solusi melalui identifikasi dari tahap analisis kebutuhan pada proses sebelumnya. Salah satu tujuan dari tahap ini adalah menentukan strategi pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat mencapai tujuan dalam proses pendidikan, khususnya dalam mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan dalam proses pembelajaran

Tujuan tahap ini adalah memverifikasi kinerja yang akan dicapai dan pemilihan metode tes yang sesuai. Langkah-langkah umum yang ditempuh dalam mendisain pembelajaran adalah: 1.) Menyusun daftar tugas-tugas; 2.) Menyusun tujuan kinerja; 3.) Menyusun strategi tes; 4.) Menghitung investasi/biaya yang dikeluarkan. Komponen Disain yang digunakan berupa Diagram susunan tugas, Perangkat pelengkap tentang tujuan pembelajaran, Perangkat tes lengkap, Strategi Tes, Proposal investasi/biaya yang dikeluarkan.

Develop – Pengembangan

Setelah terbentuknya desain pembelajaran pada tahap kedua, tahap selanjutnya adalahdevelopment atau tahap pengembangan, dimana desain yang sudah tersusun atau sudah terbuat kemudian ditindak lanjuti prosesnya melaui uji coba. Apakan desain yang sudah dibuat tersebut layak untuk digunakan atau tidak. Jika memang desain yang sudah diuji cobakan tersebut berhasil atau dapat digunakan, maka desain harus dikembangkan agar lebih baik dan tentunya mendukung proses pembelajaran untuk mencapai tujuannya.

Tahap pengembangan ini juga harus dikombinasikan atau dipadukan dengan media – media yang kiranya dapat mendukung pembelajaran. Selain itu, hal – hal yang berada disekitarnya tentunya harus berhubungan dan mendukung satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, pembelajaran akan berjalan dengan baik jika hal yang satu dengan yang lain berhubungn dengan baik.

Langkah-langah dalam tahapan ini diantaranya adalah: membuat objek-objek belajar (learning objects) seperti dokumen teks, animasi, gambar, video dan sebagainya; membuat dokumen-dokumen tambahan yang mendukung. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar. Dengan kata lain mencakup kegiatan memilih, menentukan metode, media serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program.

Tujuan dari tahap ini adalah menghasilkan dan memvalidasi sumber-sumber belajar melalui 1.) Pembentukan konten; 2.) Memilih dan membentuk media suportif; 3.) Membentuk panduan untuk para siswa; 4.) Membentuk panduan untuk para guru; 5.) Menyusun revisi formatif; 5. Membentuk tes pilot atau tes awal dan menyelenggarakannya.

 

Implement – Implementasi

Suatu rencana pembelajaran yang telah dibuat tidak akan kita ketahui hasilnya apabila tidak ada suatu tindakan yang dilakukan. Adanya tindakan tersebut sangat berarti karena pembelajaran akan memunculkan hal baru berupa dampak yang dapat dijadikan pengalaman atau bahkan acuan apabila telah membuahkan hasil, untuk itulah perlu adanya implementasi yang berarti pelaksanaan atau penerapan dari suatu rencana dimana ini merupakan salah satu model ADDIE yang menjadi satu kesatuan dengan tahap-tahap sebelumnya sebagai penyempurna dan cukup berpengaruh dalam pelaksanaan pembelajaran.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini adalah mempersiapkan dan memasarkannya ke target pebelajar dengan menyiapkan Guru dan menyiapkan pebelajar

Implementasi atau penyampaian materi pembelajaran merupakan langkah keempat dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Tujuan utama dari langkah ini adalah 1.) Membimbing pebelajar untuk mencapai tujuan atau kompetensi; 2.) Menjamin terjadinya pemecahan masalah/ solusi untuk mengatasi kesenjangan hasil belajar yang dihadapi oleh pebelajar. 3.) Memastikan bahwa pada akhir program pembelajaran, pebelajar perlu memilki kompetensi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang diperlukan.

Evaluate – Evaluasi

Perencanaan pembelajaran yang disiapkan secara matang akan melewati tahap-tahap pengembangan model ADDIE ini dengan lancar dan berakhir pada tahap yang disebut dengan evaluasi. Evaluasi merupakan tahap dimana tindakan yang dilakukan adalah bertujuan untuk mengetahui keberhasilan suatu rencana pembelajaran, hal-hal yang dilakukan guna suksesnya tahap ini tidak semata-mata utuh pada tahap ini saja namun evaluasi dapat terjadi pula pada tahap-tahap sebelumnya. Dalam pelaksanaan evaluasi tersebut hendaklah memperhatikan tujuan-tujuan yang hendak dicapai pada awal perencanaan karena suatu evaluasi atau penilaian memiliki kriteria guna mengetahui ketercapaiannya sampai batas yang ditentukan atau tidak dan dari kegiatan tersebut diperlukan adanya informasi dan data-data yang diperlukan dari obyek yang akan dievaluasi guna kelancaran proses evaluasi.

Tujuan dari fase evaluasi adalah mengukur kualitas dari produk dan proses sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Prosedur utama dari proses evaluasi adalah : 1.) Menentukan kriteria evaluasi; 2.) Memilih alat untuk evaluasi; 3.)Mengadakan evaluasi itu sendiri. Hasil dari evaluasi adalah perencanaan evaluasi. Komponen dari perencanaan evaluasi adalah : Sebuah ringkasan tentang tujuan, alat pengumpul data, tanggung jawab terhadap waktu dan perorangan/group  untuk setiap level evaluasi; Satu set kriteria penilaian evaluasi; Satu set alat untuk evaluasi.

 

Kendala dalam Implementasi di tempat kerja

Kendala yang mungkin dihadapai dalam implementasi ditempat kerja. Pada tahap analisis: dimana pada saat melakukan anailisis kinerja dan analisis kebutuhan, kekhawatiran tidak fokusnya guru dalam menganalisis kinerja dan kebutuhan, apakah analisis yang dilakukan memang benar-benar suatu hal yang sangat urgen. Jika hal tersebut terjadi maka akan sangat berpengaruh terhadap tahapan desain selanjutnya.Pada tahap desain: Kendala yang mungkin dihadapi adalah menetapkan pengalaman belajar kepada pebelajar, hal ini terkait dengan desain tes, perangkat pembelajaran, yang membutuhkan biaya, kendala utama adalah jika dalam mengembangkan program tidak didukung oleh dana yang cukup dari sekolah.

Pada tahap pengembangan: Kendala yang mungkin dihadapi adalah tidak tersedianya media yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, dan karakteristik pebelajar, padahal media yang dimaksudkan sangat menunjang ketercapaian kompetensi bagi pebelajar. Pada tahap Implementasi: Kendala yang dihadapi pada tahap ini, bisa datang dari pembelajar maupun dari pebelajar itu sendiri, dari pihak pembelajar, adanya ketidak sesuaian metode yang sudah dirancang sejak awal dengan metode yang dilakukan dilapangan, hal ini mungkin saja terjadi jika kondisi dilapangan tidak mendukung untuk menerapkan metode yang telah ditetapkan. Sementara dari pihak pebelajar, adalah menurunnya minat belajar pada saat penyampaian materi. Pada tahap evaluasi: kendala yang mungkin dihadapi adalah bagaimana menentukan kriteria evaluasi, memilih alat untuk evaluasi, dan mengadakan evaluasi secara akurat yang sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Sekilas informasi lain.

ADDIE merupakan akronim dari Analisis; Desain; Develop; Implementasi; dan Evaluasi. ADDIE adalah produk paradigma yang dikembangkan dan bukan hanya model saja. Konsep ADDIE telah diaplikasikan disini untuk membentuk episode episode kinerja yang ditujukan pada lingkungan belajar. Aplikasi ADDIE pada sistem desain instruksional akan memfasilitasi kompleksitas dari lingkungan belajar intensional yang kompleks dengan merespon pada situasi-situasi, interaksi dengan konteks, dan interaksi diantara konteks. Secara fundamental, komponen ADDIE adalah samamelalui bermacam-macam aplikasi dan paradigmanya sendiri tergantung pada konteks apa ADDIE digunakan.

Desain instruksional yang berfokus pada pebelajar memiliki cakupan jangka panjang, sistematik dan menggunakan pendekatan pengetahuan pembelajaran manusia. Instruksional desain yang efektifberfokus pada tugas-tugas yang jelas, ilmu pengetahuan yang kompleks; dan masalah baru. Desain Instruksional efektif mempromosikan hubungan kuat antara lingkungan belajar dan lingkungan kerja nyata. Namun begitu instruksi harus dipertimbangkan menjadi intervensi potensial, hanya ketika kurangnya kemampuan dan ilmu pengetahuan telah tervalidasi sebagai penyebab utama gap atau kesenjangan pada kinerja. Maka ADDIE dapat diaplikasikan ketika instruksi menjadi respon yang baik terhadap kinerja.

Kesederhanaan konsep ADDIE membuatnya efektif.