Buku ini membahas tentang model desain instruksional. Model Dick & Carey ini adalah model prosedural, yaitu model yang  menyarankan adanya penerapan prinsip-prinsip Desain Instruksional yang terdiri dari 10 langkah. Langkah-langkah yang berurutan sehingga aspek revisi dapat dilakukan secara menyeluruh.

Chapter 9: Developing Instructional Materials page: 222-255

Bab ini membahas mengenai Pengembangan Bahan Instruksional (Bahan Ajar) merupakan langkah 7 Model Dick & Carey.  Bahan ajar memuat isi pembelajaran yang akan digunakan untuk  mencapai tujuan pembelajaran,  dan semua yang mendukung terjadinya proses belajar dalam diri peserta didik. Tujuan pembelajaran yang disajikan diawal Bahan Ajar tersebut.Bahan ajar juga berisi informasi yang akan digunakan peserta didik untuk memandu kemajuan mereka selama pembelajaran. Semua bahan ajar juga harus dilengkapi dengan tes hasil belajar.

Chapter 10: Designing and Conducting Formative Evaluationspage: 256-293

Bab ini membahas tentang Mendesain dan Merancang/mengembangkan Evaluasi Formatif, yang merupakan tahap 8. Kegiatan pada tahap ini adalah merumuskan desain evaluasi formatif untuk menilai bahan pembelajaran yang sudah didesain pada tahap sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan oleh Tim Pengembang.

 

Dalam Bab ini ada 4 tahapan Evaluasi Formatif, yakni:

  1. Expert Review oleh Tim Ahli Contents dan Ahli Desain Pengembangan;

Evaluasi tahap ini harus dilakukan oleh ahlinya secara tertulis maupun wawancara. Tujuannya untuk mengevaluasi kelengkapan dan kualitas serta ketepatan bahan ajar yang telah dikembangkan.

  1. One to one Evaluation dilakukan oleh peserta didik sebanyak 3 orang, secara tertulis maupun wawancara/lisan mengenai keterbacaan bahan ajar. Tahap ini dilakukan setelah selesai di review dan dievaluasi oleh Tim Ahli;
  2. Small Group Evaluation, adalah evaluasi melalui uji coba terhadap peserta didik dalam kelompok kecil (sekitar 8-20 orang sebaiknya diluar peserta didik yang mengevaluasi one to one).
  3. Field Trial, uji coba lapangan merupakan evaluasi di kelas yang sesungguhnya, setelah merevisi dari hasil evaluasi small group tahap 3. Evaluasi ini dapat menggunakan 15-30 orang peserta didik.

Chapter 11:Revising Instructional Materials”   page: 294-317

Bab ini merupakan tahap 9 dari model desain Dick & Carey yakni, membicarakan tentang bagaimana melakukan revisi terhadap draft program pengembangan pembelajaran. Pada langkah ini tidak hanya mengevaluasi terhadap draft program saja, akan tetapi pada semua sistem pembelajaran mulai dari analisis instruksional sampai evaluasi formatif. Semua masukan yang disarankan agar dimasukan melalui perbaikan desain secara keseluruhan, sehingga produk hasil desain siap untuk digunakan.

Chapter 12:Designing and Conducting Summative Evaluations page: 318-341 Bab ini membicarakan tentang teknik merancang dan mengembangkan evaluasi sumatif (langkah ke 10).  Menurut Dick & Carey, tahap ini merupakan evaluasi puncak dalam aktivitas desian model  pembelajaran yang telah dirancang. Evaluasi Sumatif dilakukan setelah revisi akhir dari evaluasi formatif yang dilakukan oleh desainer sesuai dengan standar dan siap untuk dimanfaatkan.

Evaluasi Sumatif dilakukan oleh evaluator independent diluar desainer, sehingga ini menunjukkan bahwa  evaluasi sumatif ini tidak termasuk ke dalam proses desain pembelajaran.

PERTANYAAN  BEDAH BUKU

  1. Langkah-langkah dari Model Desain Instruksional Dick & Carey:
  2. Mengidentifikasi Tujuan Instruksional Umum
  3. Melakukan Analisis Instruksional
  4. Manganalisis Karakteristik Learners
  5. Menuliskan atau merumuskan TIK menggunakan format ABCD
  6. Mengembangkan Instrumen Assessment (CRT)
  7. Mengembangkan Strategi Instruksional
  8. Memilih dan Mengembangkan Bahan atau Materi Pembelajaran.
  9. Mendesain dan Mengembangkan Evaluasi Formatif
  10. Merevisi Kegiatan Instruksional
  11. Mendesain dan Mengembangkan Evaluasi Sumatif

 Hal-hal yang menarik pada Model Desain Instruksional Dick & Carey:

Langkah Pertama (1):

Hal yang menarik pada langkah 1 ini adalah bahwa bila kita akan menyiapkan Desain Instruksional, harus terlebih dahulu mengidentifikasi dan merumuskan tujuan instruksional umum (TIU). Tanpa TIU langkah berikutnya tidak bisa diwujudkan. TIU dapat saja dikembangkan dari performance analysis, dari need analysis  atau pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Tahap berikutnya sampai dengan langkah sebelum pengembangan bahan pembelajaran, (2-6): 

Hal yang menarik adalah bahwa setelah menganalisis kompetensi-kompetensi serta pengetahuan yang diperlukan ntuk mencapai TIU yakni analisis instruksional, dilanjutkan dengan analisis karakteristik learners dan konsteks yang dapat dilakukan sekaligus. Artinya, kondisi-kondisi apa yang terkait yang sesuai dengan kemampuan actual yang dimiliki perserta didik, atau juga cara belajarnya (style). Selanjutnya akan memudahkan merumuskan TIK dengan format ABCD, mengembangkan Instrumen Assessment (CRT), dan barulah Strategi Instruksional dapat dirancang (langkah 6).

Langkah pada Pengembangan Bahan Pembelajaran:

Pada langkah 7 ini kegiatan lebih terarah, karena bahan pembelajaran yang akan dikembangkan sudah memiliki pedoman terutama berdasarkan TIU dan TIK yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.